Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum Pasal 55, Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, danau, waduk, bendungan dan tampungan air lainnya, irigasi, air tanah, air baku, rawa, tambak dan pantai.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55, Balai Besar Wilayah Sungai menyelenggarakan fungsi :

  1. penyusunan pola dan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai;
  2. penyusunan rencana dan program, studi kelayakan dan perencanaan teknis/desain/pengembangan sumber daya air;
  3. persiapan, penyusunan rencana dan dokumen pengadaan barang dan jasa;
  4. pelaksanaan pengadaan barang dan jasa serta penetapan pemenang selaku Unit Layanan Pengadaan (ULP);
  5. pengendalian dan pengawasan konstruksi pelaksanaan pembangunan sumber daya air;
  6. penyusunan rencana dan pelaksanaan pengelolaan kawasan lindung sumber ari pada wilayah sungai;
  7. pengelolaan sumber daya air yang meliputi konservasi dan pendayagunaan sumber daya air serta pengendalian daya rusak air pada wilayah sungai;
  8. pengelolaan sistem hidrologi;
  9. pengelolaan sistem informasi sumber daya air;
  10. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air pada wilayah sungai;
  11. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan sumber daya air yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten/kota;
  12. penyiapan rekomendasi teknis dalam pemberian ijin atas penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai;
  13. fasilitasi kegiatan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air pada wilayah sungai;
  14. pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air;
  15. pelaksanaan penyusunan laporan akuntansi keuangan dan akuntansi barang milik negara selaku Unit Akuntansi Wilayah;
  16. pelaksanaan pemungutan, penerimaan dan penggunaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air (BJPSDA) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
  17. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga balai serta koordinasi dengan instansi terkait.

Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII dalam menjalankan tugas manajemen organisasinya menetapkan visi “Terwujudnya pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya air secara adil, merata dan berkelanjutan, dan berperan aktif dalam upaya mewujudkan Sumatera Selatan sebagai Lumbung Pangan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.” Untuk mewujudkan visi tersebut, BBWS Sumatera VIII menetapkan misi sebagai berikut :

  1. Konservasi sumber daya air secara konsisten dan berkelanjutan;
  2. Pengendalian dan penanggulangan daya rusak air;
  3. Pendayagunaan sumber daya air secara adil dan merata;
  4. Pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat, swasta dan pemerintah;
  5. Peningkatan ketersedian dan keterbukaan data serta informasi sumber daya air;
  6. Penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang baik.