Bangun Turap Pinggiran Sungai Musi

Guna menata pinggiran sungai, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII membangun turap (dinding pembatas) pinggiran Sungai Musi. Sebelumnya sudah dibangun di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Kampung Kapiten dan 10-14 Ulu, tahun depan dilanjutkan di kawasan 16 Ilir dan 14 Ulu.
Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS VIII, Adi Rusman mengatakan, program perencanaannya sudah siap, tinggal menunggu penyelesaian pembebesan lahan dan penyesuaian keuangan negara.
?Untuk sementara, dua kawasan ini ?harus menjadi prioritas pembangunan karena lokasinya yang strategis,? ujarnya,? Senin (8/8). Sambung Adi, turap yang diprogramkan di 16 Ilir tersebut dimulai dari kawasan pasar hingga Sungai Bendung (Koja), dengan panjang sekitar 500 meter.
Kemudian di Kelurahan 14 Ulu, dimulai dari batas akhir proyek 10-14 Ulu sampai proyek pembangunan Jembatan Musi IV, dengan panjang lebih dari 240 meter. ?Nah, program ini sudah dirancang, tapi selama ini masih terkendala lahan di 16 Ilir. Kami masih menunggu dari Pemkot Palembang,? katanya.
Sementara proyek turap yang masih dalam tahap pengerjaan, yakni di Kelurahan 10-14 Ulu. Panjang turap yakni 224 meter, sempat tertahan di titik 190 meter karena adanya bangunan musala setempat yang berada persis di bibir sungai. ?Kalau Musala sudah beres, sudah disepakati untuk digeser (dipindah) yang pelaksanaannya Minggu awal Agustus lalu,? bebernya.
Adi mengatakan, revitalisasi pinggiran Sungai Musi ini diperlukan sebagai antisipasi terjadi gerusan air sungai ke pemukiman, sekaligus penataan wilayah. Secara teknis, pemasangan turap ini berupa pemasangan tiang-tiang pancang untuk dinding pembatas yang bisa menahan air ke bibir sungai. Tinggi tiang tergantung tanah keras di dasar sungai.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Syafrie Nungcik mengatakan, masalah pembebasan lahan memang menjadi kendala setiap kegiatan pembangunan. Poin ini memang cukup rumit, karena menyangkut warga setempat. ?Pembebasan lahan di titik yang diusulkan masih diupayakan dan akan diinventarisasi,? ujarnya.
Adapun lokasi yang sedang dilaksanakan pembangunannya saat ini bersifat lanjutan, dari kegiatan 2012 lalu. ?Sedangkan untuk lokasi pembangunan sampai 14 Ulu itu, sudah selesai untuk pembebasan lahannya,? tandasnya. DYN

Sumber: http://palpres.com/2016/08/09/bangun-turap-pinggiran-sungai-musi/

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *